Bagi pengguna Yamaha Mio Sporty maupun Smile harus sudah berhati-hati, mengingat pelopor motor matic pabrikan jepang ini sudah melewati 15-20 tahun lebih mengaspal di Indonesia.
Usia yang sudah tidak muda lagi, membuat urusan mesin harus lebih diperhatikan. Masalah panas mesin atau overheat banyak dikeluhkan dan harus segera diperbaiki, mengingat hal ini bisa berdampak pada mati mesin hingga kerusakan serius pada area piston.
images: threads.com @andigarage21
Mesin Mio cepat panas?
6 Penyebab paling sering terjadi pada mio karena: 1. Kipas Pendingin 2. Kualitas Oli 3. Karburator Irit 4. Ring Piston 5. Seal Klep 6. Knalpot. Dan berikut penjelasan rinci tentang masing-masing kendala tersebut.
1. Kipas Pendingin
Pendingin utama mesin mio menggunakan angin, baik ketika motor berjalan yang kemudian angin masuk melalui bagian bawah hingga mengalir ke blok mesin.
Akan tetapi ketika motor mio berhenti, kipas (Air Cooled) adalah onderdil utamanya dalam mendinginkan panas mesin. Sehingga jika kipas mengalami masalah, secara otomatis suhu mesin akan meningkat lebih tinggi bahkan overheat.
Bersihkan bagian jalan masuk udara disekitar kipas, untuk yang menggunakan variasi pelindung yang terlalu rapat bisa diganti dengan yang berongga lebar sehingga aliran udara masuk jauh lebih lancar. Dengan begitu, fungsi kipas sebagai pendingin suhu mesin bisa bekerja secara maksimal.
2. Oli Mesin buruk
Pergantian masa pakai oli secara berkala sesuai rekomendasi adalah hal penting, karena fungsi utama oli adalah sebagai pelumas sekaligus pendingin. Jadi jika oli tidak diganti dalam waktu yang lama atau jauh melebihi batas pengguan, hal tersebut pastinya akan membuat fungsi oli tidak sesuai lagi.
Kemudian cek kualitas oli mesin, pelumas yang kurang bagus akan berdampak pada mesin mulai dari kerusakan vital pada area piston hingga peningkatan suhu mesin yang jauh melebihi kondisi normalnya.
Hal ini biasa disebut overheat, jika sampai mengalami panas berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada area ring piston, silinder hingga seal klep. Kerusakan pada onderdil tersebut akan membuat mogok dan berasap.
3. Karburator terlalu irit
Pabrikan kendaraan asal Jepang ketika memproduksi kendaraan pastinya sudah menguji coba pada produknya, dan salah satunya untuk urusan masuknya bahan bakar ke mesin.
Penggantian karburator tidak sesuai standar dengan alasan irit bbm, bisa membuat mesin cepat panas. Sebabnya fungsi bahan bakar selain untuk pembakaran juga mendinginkan mesin, kok bisa?
Ketika bahan bakar masuk ke ruang bakar, suhu bahan bakar yang rendah ketika masuk ke ruang bakar melalui karburator akan dapat mengurasi suhu panas dari ruang bakar tersebut.
Analoginya: Jika ada paku panas kemudian disiram dengan air lebih banyak, pastinya suhu paku tersebut akan cepat menurun drastis. Akan tetapi jika hanya disiram sangat sedikit air pastinya panas dari paku tersebut suhunya akan tetap tinggi.
Begitu juga ruang bakar, jika konsumsi bahan bakar lebih sedikit pastinya mesin akan lebih mudah panas dan jika konsumsi bahan bakar boros pastinya mesin tidak mudah panas.
Coba kembalikan karburator ke kondisi standar pabrikan, sehingga kondisi konsumsi bbm tetap sesuai pabrikan.
4. Ring Piston
Gejala ring piston sudah tidak rapat adalah keluarnya asap dan tenaga mesin loyo, hal ini terjadi karena ketika terjadi pembakaran dalam ruang bakar akan membakar juga oli yang merembes pada sekitaran ring piston.
Keausan karena usia memang faktor utama, pastikan untuk mengganti ring piston yang baru dan pastinya original asli yamaha.
5. Seal Klep
Pada bagian klep terdapat Seal (karet klep) yang berguna untuk mencegah adanya kebocoran oli. Jika kondisi seal sudah keras, tingkat elastisitas akan menurut. Sehingga fungsi untuk mencegah bocor oli masuk keruang bakar sudah tidak bisa lagi.
Jika oli masuk keruang bakar, tanda paling jelas adalah ketika mesin dihidupkan akan keluar asap putih pada knalpot. Hal ini terjadi karena oli ikut terbakar di ruang bakar, jika dibiarkan berangsur-angsur akan mengerak dan membuat oli mesin cepat berkurang.
Jika oli berkurang atau malah habis karena ikut terbakar, fungsi oli sebagai pelumas dan pendingin mesin sudah tidak bisa lagi. Sehingga mesin akan cepat panas meskipun hanya digunakan perjalanan dalam jarak dekat.
6. Knalpot
Kondisi knalpot yang sudah lama digunakan dan tidak pernah dibersihkan akan banyak terdapat kerak sisa pembakaran karbon, selain asap akan susah untuk keluar.
Hal inilah yang membuat sisa gas buang dari mesin yang seharusnya dibuang melalui saluran knalpot menjadi terhambat, akibatnya panas gas buang terperangkap di mesin. Hal ini jika terus menerus terjadi, terlalu panas atau overheat terjadi.
Solusinya adalah segera bersihkan knalpot bagian dalam dan ganti glasswool dengan yang baru, pastikan pemasangannya sesuai dan tutup kembali. Pembongkaran bagian dalam memang membutuhkan alat dan keahlian khusus, datangi bengkel untuk mengerjakan hal tersebut.